Senin, 26 Juli 2010

Umat Kristen di Kenya Dibom Waktu Sedang Berdoa

Ketegangan masih mewarnai Kenya pada hari Selasa (15/6) setelah dua bom yang mengakibatkan sedikitnya enam orang meninggal dan 100 orang lainnya terluka. Bom ini meledak pada saat doa reli yang diadakan oleh umat Kristen di Kenya. Kejadian tersebut berlangsung pada saat uskup Nairobi memimpin ribuan orang dalam penutupan doa.
Tidak ada grup tertentu yang mengklaim bahwa itu perbuatan mereka, tapi gereja-gereja di Kenya menyalahkan pemerintah atas penyerangan tersebut. pemerintah Kenya sendiri tidak memberikan komentar apa-apa.

Dalam pernyataannya, National Council of Churches of Kenya (Dewan Nasional Gereja-Gereja di Kenya) dan 14 gereja lainnya mengatakan, “Setelah mendapatkan informasi yang terus menerus mengenai ayat konstitusi yang baru selama referendum adalah proyek pemerintah, kita jadi bertanya-tanya, baik langsung maupun tidak langsung, siapakah yang terlibat dalam serangan ini. Siapa lagi di negeri ini yang mempunyai bahan peledak?”
Sementara presiden dan pejabat pemerintahan mendukung tinjauan konstitusi yang baru, orang Kristen di sana menentangnya. Mereka mengatakan bahwa tujuan konstitusi tersebut adalah melonggarkan pembatasan aborsi dan mendukung sistem pengadilan secara Islam yang memang sudah digunakan oleh penduduk minoritas Kenya yang beragama Islam.
Sepertinya akhir-akhir ini perselisihan selalu terjadi antar agama, antar suku, etnis, kebudayaan, negara dan paham yang berbeda sehingga rasa damai itu semakin jauh di belakang. Berdoa buat rakyat Indonesia khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya agar mereka menjadikan perbedaan itu sebagai penguat dan bukannya pemisah.(sumber)
Source : worthynews/lh3

Kakak Adik Beragama Kristen Dibunuh di Pakistan

Pria bersenjata membunuh dua orang Kristen yang masih memiliki hubungan darah sekandung di Pakistan pada Senin (19/7) lalu.
Peristiwa menyedihkan tersebut terjadi saat Rashid Emmanuel, 36, dan adiknya Sajid Emmanuel, 30, meninggalkan pengadilan di Faisalabad, di mana mereka diadili karena dituduh melakukan penghujatan.

Menteri Urusan Minoritas Pakistan, Shahbaz Bhatti, mengatakan Rashid dan Sajid ditangkap bulan lalu oleh pihak berwajib setelah mereka menemukan sejumlah selebaran yang beredar di masyarakat dimana kedua pria tersebut diduga memberikan komentar negatif tentang nabi besar agama Islam .
Bhatti menilai peristiwa penembakan itu merupakan kejahatan murni dimana sang pelaku disinyalir memiliki dendam kepada kedua korban.
Sementara, umat Kristen Pakistan menyatakan keberatan tentang hukum penghujatan yang berlaku di negara tersebut karena mereka menganggap peraturan itu sering digunakan kelompok tertentu sebagai alasan untuk menganiaya non-Muslim.(sumber)
Source : cbn.com

Dilarang Ibadah dan Disandera, Jemaat HKBP Lapor Polisi

Tekanan terhadap gereja terjadi kembali, kali ini dialami oleh jemaat Gereja HKBP Pondok Timur Indah, Bekasi. Saat usai melakukan ibadah pada hari Minggu (18/7) pagi, jemaat disandera oleh sekelompok orang dan melarang mereka untuk beribadah. Menanggapi hal ini, jemaat dan pengurus Gereja HKBP Pondok Timur Indah pun melapor ke Mabes Polri.
Menurut penutura Pendeta L Simanjuntak, sekitar 600 orang datang dan melarang jemaat beribadah di RT 03/ RW 06 Kampung Ciketing, Kelurahan Mustikan Jaya, Bekasi. Selain itu jemaat pun disandera sekitar satu jam lamanya.

Sebenarnya tempat ibadah yang sekarang adalah tempat kedua setelah gereja tersebut dilarang mengadakan ibadah di Jalan Puyuh, Kelurahan Mustika Jaya pada Desember 2009. Bahkan Pemerintah Kota Bekasi menyegel tempat ibadah tersebut pada Maret 2010.
Setelah penyegelan, diadakan pertemuan antara pemkot, Polres Bekasi dan instansi terkait. Salah satu hasil kesepakatan ibadah dipindahkan ke sebuah tempat milik pribadi, tetapi jemaat tetap dilarang beribadah. Pada Sabtu (10/7) lalu ada sekelompok orang dengan atribus ormas tertentu membentangkan tiga spanduk menolak adanya gereja di wilayah tersebut.
“Sebelum dan selama ibadah berlangsung, mereka berteriak-teriak agar jemaat bubar dan jangan melakukan ibadah di lokasi. Mereka berteriak sambil memukuli seng dan kaleng bekas," demikian ungkap Pendeta Simanjuntak.
Yang sangat disayangkan oleh jemaat dan Pendeta Simanjuntak adalah anggota Polres datang dan meminta ibadah jangan dilakukan lagi di lokasi terebut karena massa yang menolak jumlahnya banyak. Menurut pandangan Pendeta Simanjuntak, seharusnya polisi melindungi mereka dan membubarkan massa. Hal ini menurutnya merupakan pelanggaran hak asasi.
Jemaat dan pengurus Gereja HKBP Pondok Timur Indah yang melapor ke Gedung Bareskrim Mabes Polri sekitar 30 orang melakukan ibadah di halaman Gedung Bareskrim sebelum melapor. Hal ini memicu ketegangan dengan anggota polisi yang sempat melarang hal tersebut. Seorang anggota satuan yang berpakaian sipil sempat melarang dengan alasan di dalam sedang rapat, bahkan sempat mengatakan pada petugas di dalam sentra pelayanan kepolisian agar jangan menerima laporan mereka.
Sulitnya mendapatkan ijin mendirikan tempat beribadah dan tekanan dari kelompok-kelompok tertentu telah mencederai kebebasan beragama yang dijamin oleh UUD 45. Penutupan, penyegelan dan perusakan rumah ibadah atas nama agama tertentu sudah sering terjadi, namun pihak kepolisian seperti tidak berdaya dan tidak melakukan tindakan tegas terhadap kejadian seperti ini. Mari kita berikan dukungan doa serta moril bagi umat Tuhan yang sedang mengalami tekanan dan aniaya.(source)
Source : Kompas.com

Negara Indonesia Bukanlah Negara Agama

“Negara tidak boleh mewajibkan apa yang diwajibkan agama atau melarang yang dilarang agama,” kata Mahfud MD, Ketua Mahkamah Konstitusi saat menjadi pembicara dalam halaqah perdamaian International Conference of Islamic Scholars (ICIS) di Jakarta, Kamis (22/7) lalu.

Menurutnya, kewajiban negara yang terkait agama adalah melindungi warganya yang memeluk agama, sama seperti yang tertuang dalam UUD 1945 pasal 29 ayat kedua mengatakan, “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.” Peran negara dalam keagamaan hanya di bagian tersebut.
Jadi hukum agama hanya menjadi salah satu bahan di dalam penyusunan hukum negara, terutama negara yang bukan negara agama seperti Indonesia, negara tidak boleh menjadi perpanjangan ‘tangan’ agama. “Itulah negara kebangsaan religius. Beda dengan negara agama,” katanya.
Oleh sebab itu, sangat tidak realistis jika ada kelompok agama yang ingin memaksakan agar negara Indonesia menerapkan secara formal hukum dari agama tertentu, sekalipun agama yang dipeluk mayoritas warga negara. Memang seperti itulah yang seharusnya dilakukan oleh negara demokratis seperti negara Indonesia.
Sebagai negara yang membebaskan penduduknya untuk memeluk agama dan kepercayaannya masing-masing, berarti seharusnya tidak ada lagi ancaman dari pihak mayoritas kepada pihak minoritas dalam beribadah. Tapi buktinya, di Indonesia masih banyak kejadian yang bertentangan dengan UUD 1945 pasal 29 ayat 2 tersebut.(source)

Selasa, 01 Juni 2010

Kesempatan Hidup dari Tuhan

Kesaksian oleh NN – Jakarta
Ini adalah pengalaman hidup saya di kota besar Jakarta ini. Benar kata pepatah orang tua, Injaklah ibukota dan jangan ibukota menginjak kami. Banyaknya tempat hiburan dan juga bebasnya pergaulan membuat setiap orang bisa terlena sama glamour dan hingar bingarnya kehidupan ini.

Enam tahun sudah saya merantau dari daerah dan bekerja di salah satu perusahaan swasta didaerah pinggiran ibukota ini. Perusahaan ini termasuk kecil dengan jumlah karyawan tidak lebih 100 orang termasuk stafnya, Saya bekerja sebagai staf kantor dengan tugas mengontrol kinerja karyawan pabrik.
*courtesy of PelitaHidup.com
Gaji yang kami terima sungguh sangat kecil walaupun perusahaan ini adalah penanaman modal asing 100%. Namun fasilitas kantor yang banyak membuat kami betah untuk bekerja. Siapa saja bisa menggunakan line telepon tanpa terkontrol, juga pemakaian komputer untuk keperluan pribadi serta printer yang bisa dipakai sepuasnya.
Jam kerja di kantor pun tak terbatas, namun aturan 40 jam seminggu kerja tetap dilaksanakan. Biasanya hingga larut malam kami masih sibuk di kantor tetapi bukan untuk urusan kantor, namun sibuk dengan kegiatan masing masing, seperti menelpon siapa saja, main game, ber-internet ria hingga membuka situs-situs porno.
Untuk hal yang terakhir itu, saya termasuk salah seorang yang suka melakukannya. Saya betah berlama-lama di depan internet membaca cerita maupun membuka gambar yang berbau pornografi. Saya terlena dengan chatting di dunia maya hingga terpengaruh dengan cerita kehidupan sesama jenis di internet.
Pikiran itu terus membayangi pikiran saya, hingga tidak pernah terlintas untuk mencari pacar wanita, meskipun keluarga dan teman selalu menanyakan siapa pacar saya.
Dunia maya terus menguasai hidup saya, hampir setiap hari saya selalu menyempatkan diri untuk membuka situs-situs tersebut serta chatting dengan laki-laki yang juga menyukai sesama jenis. Berawal dari ngobrol di internet kemudian dilanjutkan di dunia nyata atau kopi darat. Kehidupan seperti itu aku jalani terus tanpa seorang pun mengetahuinya.
Saya masuk ke dalam kehidupan dengan sesama jenis lebih dalam lagi.
*courtesy of PelitaHidup.com
Dari tempat itu saya sampai ke tempat kost agak siang, terus tidur, dan bahkan jadi jarang kegereja karena ketiduran sehabis dugem.Saya sudah sangat terpengaruh sekali dengan kehidupan seperti itu.
Tetapi hati kecil saya selalu sedih melihat saya, saya selalu berdoa agar Tuhan Yesus menguatkan saya untuk tidak terlibat dalam pergaulan bebas itu, saya selalu berdoa. Tetapi saya tidak pernah kuat, meminta ampun kepada-Nya. tapi besoknya melakukan seperti itu lagi. Sungguh saya merasa seperti orang najis yang tidak tahan menahan nafsu duniawi.
*courtesy of PelitaHidup.com
Saya pergi dari satu gereja ke gereja yang lain hanya sekedar berdoa agar saya kuat menahan godaan ini. Hampir lima tahun saya jatuh dalam godaan itu dan karir dipekerjaan saya juga stagnan, tak pernah naik naik. dibandingkan dengan teman saya yang sama sama masuk kerja kini telah menjadi manager dan menjadi atasan saya. Saya sendiri dari pertama masuk kerja sampai saat itu tetap dengan posisi semula.
Setiap malam saya selalu berdoa agar saya dilepaskan dari keterikatan nafsu tersebut. Namun begitu selesai berdoa beberapa hari kemudian saya melakukannya lagi.
Menjelang perpisahan tahun 2008 ke tahun 2009 sehabis acara di gereja saya jalan jalan ke kawasan monas sekedar melihat pertunjukan kembang api atau keramaian. Tepat pukul 00.00 seharusnya saya dengan saudara saya yang sudah berkeluarga yang tinggal di Bekasi seharusnya berdoa , melakukan ibadah syukur kepada Tuhan, dan saling memaafkan dengan sesama anggota keluarga maupun dengan orang tua yang tinggal dikampung. Tetapi itu tidak saya laksanakan saya pergi ke tempat dugem tempat biasa yang sering saya kunjungi. Disana saya melakukannya lagi dengan sesama jenis.
*courtesy of PelitaHidup.com
Sepulang dari tempat itu sudah siang hari dan tanggal satu januari tanpa pergi beribadah ke gereja. Awal tahun 2009 saya sudah berkomitmen untuk tidak melakukan dosa itu serta mulai hidup baru, namun sama seperti tahun tahun sebelumnya saya berkomitmen namun di tengah jalan komitmen itu kalah dengan nafsu saya.
Akhir Januari 2009 seperti biasa ketika libur saya pergi ke warnet plus-plus. Sore itu saya balik dari warnet itu dan ditengah jalan protokol ibukota ini saya tabrakan. Motor yang saya kendarai tidak apa apa, namun kaki kiri saya patah. Untungnya saya masih memakai helm sehingga kepala saya aman dari benturan keras dengan aspal.
Saya langsung dilarikan ke rumah sakit, lalu malam itu juga dibawa ke pengobatan alternatif patah tulang. Saya dirawat disana hampir dua bulan.
Saya merenungi setiap malam selama dirawat. Inikah peringatan Tuhan kepada saya supaya saya tidak melangkah lagi ketempat tempat seperti itu. Puji Tuhan, Dia selalu mendengar doa saya, dengan kejadian tabrakan itu saya diingatkan bahwa kaki ini harus melangkah ke jalan yang benar. Tuhan telah menuntun aku agar aku kembali ke jalan yang benar. Teman -teman saya datang mendoakan saya agar kesembuhan terjadi pada saya.
Kini lima bulan sejak kejadian itu saya tidak bisa berbuat apa-apa selain tidur dirumah dan melakukan pengobatan. Tetapi sekali lagi puji Tuhan Yesus kini saya sudah bisa mulai berjalan lagi, Sedikit demi sedikit, walaupun masih dalam proses pengobatan tapi mujijat itu nyata, kesembuhan terjadi dalam kaki saya.
Terimakasih Tuhan atas berkat dan jalan yang Kau beri. Agar saya tidak melakukan hal hal seperti dahulu lagi. Kini saya harus mulai lagi dari bawah tentang karir dan jodoh saya. Namun saya yakin dan percaya Tuhan selalu mendengar doa doa saya.Hari esok pasti lebih cerah dan lebih banyak lagi berkat Tuhan yang akan diberi.
Terimakasih Tuhan atas kesempatan hidup yang Engkau berikan kepada saya.
Untuk kita semua agar saling memperhatikan perilaku kehidupan anggota keluarga kita atau saudara saudara yang kita cintai. Karena saya melihat begitu banyak orang yang terjerumus ke dunia yang tidak benar itu. Terimakasih, Tuhan memberkati.(sumber)

Pemulihan dalam Pernikahan

Kesaksian oleh AS.
Saya adalah seorang suami yang telah menikah selama 6 tahun, selama waktu itu kehidupan pernikahan kami naik turun. Setelah saya mengikuti camp pria maka saya menyadari dan mangakui bahwa selama ini saya tidak menjalankan fungsi saya sebagai seorang suami. Saya bukan suami yang suka main tangan dengan istri dan anak2 saya. Tapi kadang kala perkataan saya yang sinis dan tidak membangun istri dan anak2 sering keluar dari mulut saya.

Dua tahun sebelum saya mengikuti camp ini istri saya cerita bahwa dia pernah mengasihi seorang pria. Betapa terpukulnya saya pada saat itu. Rasa marah dan sedih bercampur dalam hati. Saya berusaha untuk menahannya, tetapi rasa sakit itu tetap saja ada dalam hatiku. Saya berusaha melupakan kejadian tersebut dan mengampuni istri saya.
*courtesy of PelitaHidup.com
Waktu terus berlanjut sampai mengikuti camp pria. Ternyata saya yang salah selama ini yang menyebabkan istri saya mulai melirik pria lain. Ketika saya pulang dari camp saya mengakui segala kesalahan saya sebagai suami yang tidak menjalankan fungsinya dengan baik (sebagai imam). Kemudian istri saya mengaku kepada saya dan menceritakan bahwa dia tidak hanya pernah mengasihi pria lain tapi lebih dari itu. Hubungan mereka sudah mengarah lebih dalam lagi.
Betapa semakin hati saya hancur mendengar semua keterbukaan istri saya. Dengan saling menangis saya katakan kepada istri saya tersebut bahwa semua adalah salah saya. Sebagai suami saya harus bertanggungjawab dengan hal tersebut. Walaupun tidak semudah untuk menerima itu semua tapi saya berserah kepada Tuhan bahwa hidup saya mau maksimal sehingga dosa apapun yang terjadi saya harus buang jauh-jauh.
Akhirnya istri saya mengirimkan e-mail kepada pria itu dan mengatakan kepadanya bahwa dia telah menyadari kekeliruannya selama ini. Emailnya-pun di-cc-kan (tembusan) kepada saya.
Saya sangat bangga dengan istri saya dan bersyukur setelah saya mengakui segala kesalahan saya maka perubahan demi perubahan terjadi di dalam kehidupan pernikahan kami. Istri saya semakin dipakai Tuhan dalam pelayanannya, saya pun dipakai Tuhan sungguh luar biasa dalam pelayanan dan pekerjaan.
Saya harus berfungsi sebagai kepala dan istri sebagai lehernya. Inilah kesaksian pertama saya di media ini semoga ini menjadi berkat bagi orang yang membacanya.(sumber)

Jangan menjadi Orang Kristen Musiman

By Nelson Saragih
Markus 11:13 Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.
Ketika Yesus dan murid-muridnya meninggalkan Betania, ditengah jalan Yesus merasa lapar dan melihat sebatang pohon ara, namun tidak menemukan buah disana karena memang belum musimnya. Karena itu Yesus berkata “Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!”. Pohon ara itu kena kutuk, dan sejak perkataan itu di ucapkan, pohon ara itu menjadi kering dan mati.

Kalau kita perhatikan kisah ini dengan seksama, Tuhan Yesus seolah-olah kejam. Pohon ara yang tidak bersalah saja di kutuknya. Bagaimana ini, apa salahnya pohon ara itu? Saat itukan memang bukan musim berbuah?.
Perhatikan saudaraku, saat itu Tuhan Yesus memperkatakan itu di depan murid-muridnya. Sebenarnya ada sesuatu yang ingin di sampaikan Tuhan Yesus melalui pohon ara itu. Kita ketahui bersama bahwa Tuhan Yesus sering mengajar murid-muridnya melalui perumpamaan-perumpamaan. Satu hal kita lihat dari peristiwa ini bahwa Tuhan Yesus tidak ingin murid-muridnya dan kita semua menjadi orang Kristen musiman yaitu berbuah pada saat-saat tertentu saja. Tuhan ingin kita senantiasa berbuah bagi-Nya.
Yohannes 15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
Bicara mengenai buah, ada dua buah yang diinginkan Tuhan dari kita yaitu buah pertobatan dan buah berupa jiwa-jiwa yang di bawa ke Tuhan. Namun bagaimana kita bisa membawa jiwa-jiwa kalau kita sendiri masih belum menghasilkan buah pertobatan? Bagaimana kita menyelamatkan orang lain kalau kita sendiri masih belum selamat? Bagaimana bisa orang buta menuntun orang buta lainnya kejalan yang benar? Bukankah kedua-duanya akan tersesat dan terpelosok masuk jurang?
Oleh sebab itu untuk renungan ini saya lebih memfokuskan kepada buah yang berbentuk pertobatan. Tuhan ingin kita senantiasa hidup dalam pertobatan. Tidak hanya datang beribadah hanya saat “mood”nya baik. Tidak hanya datang beribadah saat natal atau hari besar Kristen lainnya. Kelihatan hidup kudus pada hari minggu saja, sementara hari lainnya tidak ada bedanya dengan orang dunia. Kelihatan Kristen pada saat hari minggu, sementara hari senin sampai sabtu tidak jelas. Maaf saudaraku, ini mungkin agak keras. Tapi renungan ini juga saya tujukan kepada diri saya pribadi. Saya tidak berusaha menghakimi siapapun, biarlah firman Tuhan yang menghakimi kita.
Bagaimana supaya berbuah senantiasa?
Yeremia 17:7-8 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
Ayat diatas menjelaskan untuk dapat senantiasa berbuah maka kita harus melakukan 2 hal yaitu :
1. Mengandalkan Tuhan.
2. Menaruh segenap pengharapan hanya kepada Tuhan.
Dengan mengandalkan dan berharap pada Tuhan itu sama dengan ranting yang menempel pada pohon. Pohonlah yang menyalurkan zat-zat makanan kepada ranting sehingga ranting dapat menghasilkan buah. Oleh sebab itu agar senantiasa berbuah maka kita harus senantiasa menempel pada Pohon itu yaitu Tuhan Yesus maka kita akan senantiasa berbuah. Amin.
Doa:
Tuhan Yesus, kami rindu senantiasa menyenangkan hati-Mu. Kami rindu senantiasa berbuah dan tidak menjadi Kristen musiman. Tolong kami ya Tuhan, agar kami senantiasa hidup dalam Engkau. Sama seperti ranting tidak akan dapat berbuah jika tidak tinggal dalam pohon demikian pula kami tidak adakan dapat berbuah jika kami tidak tinggal dalam Engkau. Engkaulah pohon kehidupan itu ya Tuhan dan biarlah kami senantiasa tinggal dalam Engkau. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin (sumber)